Pengembangan web dengan WSL

0
159
WSL

JalanTeknologi.com – Versi pertama dari Windows Subsystem for Linux (WSL) dirilis pada tanggal 2 Agustus 2016. Microsoft menciptakan WSL sebagai upaya untuk menghadirkan Unix-like ke dalam sistem operasi Windows 10. Bulan kemarin Microsoft resmi merilis Windows 10 versi 2004, di mana pada versi tersebut Microsoft sudah memasukkan secara bawaan WSL2, di mana WSL 2 membawa banyak sekali perubahan yang signifikan, salah satunya adalah WSL2 sekarang membawa full kernel Linux. Untuk informasi lebih lanjut tentang perbandingan antara WSL1 dan WSL2 bisa dibaca di sini.

Kenapa harus pakai WSL?

Saya adalah pengembang web yang menggunakan Windows 10 sebagai sistem operasi saya. Satu-satunya masalah dalam menggunakan Windows 10 adalah saya jadi tidak bisa mendapatkan hal-hal yang saya butuhkan dengan cepat.

Contohnya Node JS, jika menggunakan GNU/Linux, saya tinggal jalankan perintah di terminal, beres. Tapi di Windows? Saya harus browsing di Internet, lalu unduh dan pasang. Dan itu tidak efisien bagi saya. Selain itu, untuk memperbarui aplikasi juga sulit, tidak semudah menggunakan GNU/Linux.

Kalau gitu, pakai GNU/Linux saja. Tidak perlu repot-repot install WSL

Kamu benar. Tetapi di GNU/Linux tidak tersedia aplikasi yang saya butuhkan untuk mendesain website, yaitu Adobe XD.

Lho, kan ada Figma?

Kita bisa menggunakan Figma, tetapi bagi saya itu belum cukup untuk menggantikan Adobe XD, karena di Figma, versi gratisnya memiliki batasan untuk membuat projek.

Jadi apakah teman-teman memiliki masalah yang sama seperti saya? Jika iya, ayo lanjutkan ke bagian memasang WSL.

Memasang Windows Subsystem for Linux

Tunggu! Sebelum memasang, kita harus tahu dulu spesifikasi Windows 10 kita, pastikan sudah berada di versi 2004. Untuk melihat versi, silakan ketika “winver” di search box windows.

Win Version

Versi Windows 2004

Bagaimana jika Windows 10 saya belum mencapai versi 2004?

Kamu bisa update Windows 10 atau menggunakan WSL1.

Oke, lanjut.

Selanjutnya, teman-teman buka Windows Features cara sama seperti tadi yaitu menggunakan search box, setelah itu ceklis bagian Virtual Machine Platform dan Windows Subsystem for Linux.

Windows Features

Aktivasi WSL dan Virtual Machine Platform.

Setelah itu klik OK, dan restart Windows 10 nya.

Setelah selesai restart, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi versi WSl default ke WSL2, caranya dengan membuka PowerShell dengan kredensial Administrator (Run as Administrator). Lalu ketikkan perintah berikut :

wsl --set-default-version 2

Install distribusi Linux favoritmu!

Setelah berhasil mengaktivasi fitur WSL di Windows 10, sekarang saatnya memasang distribusi linuxnya. Kita bisa mencari distribusi linux di Micorosft Store, lalu cari “Linux”, maka akan muncul deretan distribusi yang tersedia. Di sini saya memilih “Ubuntu”, karena semua hal yang saya butuhkan sudah tersedia, misalnya git, ssh, dan lain-lain sudah siap pakai.

Ubuntu WSL

Ubuntu di Microsoft Store

Jalankan aplikasinya, dan WSL siap digunakan!

Pengaturan pengembangan web

WSL memang sudah siap, namun belum bisa digunakan sepenuhnya untuk dasar pengembangan web. Perlu memasang beberapa tools seperti PHP, MySQL, Node, dan lain sebagainya. Tapi sebelum itu, kita harus update dulu supaya semua aplikasi yang ada di repo bisa dikenali dan bisa dipasang. Caranya cukup jalankan perintah berikut :

sudo apt update

PHP

Berdasarkan situs dari PHP.NET, versi PHP yang tersedia sekarang ada 7.4. Itu berarti, kita akan memasang PHP versi 7.4.  Di Ubuntu, khususnya Ubuntu versi 20.04 LTS WSL yang saya pasang sudah tersedia PHP 7.4, maka saya tinggal memasangnya karena sudah tersedia di repo. Jalankan perintah berikut untuk memasang PHP 7.4 :

sudo apt install php7.4 php7.4-cli php7.4-mysql php7.4-fpm

Untuk memastikan, ketikkan perintah berikut untuk melihat versi PHP yang terpasang. Pastikan PHP 7.4 :

php -v

Versi PHP

Versi PHP 7.4

Local Server

Selanjutnya adalah memasang Local Server. Di sini saya akan memasang NGINX.

Untuk memasang NGINX :
sudo apt install nginx

Untuk Menjalankan service NGINX :
sudo service nginx start

Untuk memastikan, kita bisa buka http://localhost dan seharusnya teman-teman melihat halaman awal dari NGINX. Seperti ini :

Welcome to NGINX

Halaman awal NGINX

MySQL

Selanjutnya adalah memasang MySQL, ini sih opsional saja. Tapi jika kalian butuh MySQL ya dipasang juga dong 😉

sudo apt install mysql-server

Setelah selesai dipasang, sekarang waktunya mengkonfigurasi MySQLnya. Tapi sebelum itu, pastikan dulu sudah jalan servicenya.

sudo service mysql status

Jika responsnya “* MySQL is stopped” itu berarti belum jalan, berarti harus dijalankan dulu.

sudo service mysql start

Lalu cek lagi statusnya, seharusnya responsnya akan seperti ini :

Service MySQL sudah aktif

Service MySQL sudah aktif

Nah, jika sudah aktif sekarang saatnya mengkonfigurasi MySQL nya

sudo mysql_secure_installation

Saat konfigurasi, kalian bisa memberikan password untuk root, lalu password encryptionnya, dan lain sebagainya.

Sudah selesai konfigurasi? Sekarang kalian bisa masuk ke MySQLnya.

sudo mysql

mysql

MySQL

NodeJS dan NPM

Note: Jika kalian bukan pengembang yang menggunakan Javascript, langkah ini bisa dilewati.

Selanjutnya memasang NodeJS dan NPM. Sebenarnya untuk NodeJS sudah ada reponya di Ubuntu 20.04 LTS WSL. Tetapi belum versi yang paling terbaru, masih menggunakan versi 10 sedangkan yang terbaru sekarang sudah 12 untuk versi LTS berdasarkan data dari situs resmi NodeJS. Untuk itu, ada kita harus menambahkan repo khusus supaya bisa memasang versi terbaru dari NodeJS.

curl -sL https://deb.nodesource.com/setup_14.x | sudo -E bash -

Lalu tunggu prosesnya, setelah itu bisa pasang NodeJS dan NPMnya.

sudo apt install nodejs npm

Untuk memeriksa versi dari NodeJS dan NPM gunakan perintah ini :

node -v

npm -v

Teks Editor Microsoft Visual Studio Code

Tentu saja kalian butuh teks editor, kalian bisa menggunakan teks editor apapun, namun yang saya sarankan adalah Microsoft Visual Studio Code. Karena di VSCode ini, terdapat plugin yang dapat terintegrasi dengan WSL. Contohnya Git. Dan bagi saya ini sangat penting untuk memantau versi dari aplikasi yang sedang kita kerjakan.

Silakan unduh VSCode di situs resminya. Setelah di unduh kalian bisa langsung memasangnya seperti biasa.

Setelah selesai dipasang, silakan buka kembali aplikasi Ubuntunya, lalu ketikkan code . maka akan otomatis membuka VSCode. Nanti akan ada popup di kanan bawah mengenai rekomendasi plugin WSL, kalian bisa langsung pasang. Atau jika tidak ada pop upnya, kalian bisa mencari “Remote – WSL” di bagian plugins.

plugin remote wsl

Plugin Remote WSL

Tanda bahwa Remote WSL sudah terpasang, dapat dilihat di bagian kiri bawah VSCode.

wsl aktif

WSL Aktif

Kesimpulan

Itu lah beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum mulai mengembangkan web dengan Windows 10 + WSL. Secara keseluruhan, caranya hampir sama seperti menggunakan GNU/Linux langsung ya?

Terlepas dari kekurangan dari WSL, menurut saya mengembangkan web dengan WSl saat ini sudah cukup menyenangkan, di mana saya merasakan seperti berada di lingkungan berbasis GNU/Linux tetapi masih bisa menggunakan perangkat lunak yang saya butuhkan.

Jika kalian ada pertanyaan, silakan langsung beri komentar di bawah! 😁

Referensi

Windows Subsystem for Linux Installation Guide for Windows 10
How To Install MySQL on Ubuntu 20.04
How to Install Node.js and npm on Ubuntu 20.04

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments