Pengertian dan Sejarah JavaScript

0
161

JalanTeknologi.com – Mungkin bagi para sobat JTEGH masih bertanya-tanya apa itu JavaScript maupun Sejarah dibalik pembuatan dan diciptakan oleh siapa untuk pertama kalinya, maka dari itu kali ini JalanTeknologi.com akan mencoba meringkas dengan jelas agar dapat dimengerti oleh sobat JTEGH.

Baca Juga: Cara Membuat Kalkulator Sederhana di Visual Basic 6.0

Apa itu JavaScript?

Dikutip dari Wikipedia, JavaScript adalah bahasa skrip yang populer di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Explorer, Mozila Firefox, Netscape dan Opera. Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT. JavaScript juga digunakan dalam pemrograman jaringan server-side dengan kerangka kerja seperti Node.js, pengembangan game dan penciptaan desktop dan mobile aplikasi. JavaScript juga digunakan dalam lingkungan yang tidak berbasis web contohnya, PDF Dokumen, dan Widget Desktop.

Bahkan JavaScript juga dikenal sebagai salah satu dari tiga bahasa pemrograman utama bagi web developer:

  1. HTML: Memungkinkan Anda untuk menambahkan konten ke halaman web.
  2. CSS: Menentukan layout, style, serta keselarasan halaman website.
  3. JavaScript: Menyempurnakan tampilan dan sistem halaman web.

Sejarah JavaScript

JavaScript dibuat dan didesain oleh Brandan Eich, Ketika ia masih menjadi karyawan Netscape, pada bulan September 1995. Pada Awalnya bahasa pemrograman ini disebut Mocha, Setelah mengalami tiga kali pergantian nama akhirnya JavaScript menjadi nama yang cocok untuk bahasa pemrograman ini. Untuk Versi pertama dari bahasa ini sebenernya hanya diperuntukan oleh kalangan Netscape saja. Tetapi, JavaScript terus dikembangkan oleh komunitas developer yang terus berusaha untuk menyempurnakan bahasa pemrograman ini sesuai keinginan mereka.

Lalu tahun 1996, JavaScript secara resmi diperkenalkan sebagai ECMAScript, kemudian pada tahun 1998, JavaScript disebut sebagai ECMAScript 2  dan ECMAScript 3 diperkenalkan pada tahun 1999. ECMAScript tersebut terus dikembangkan hingga pada akhirnya menjadikan JavaScript seperti saat ini. JavaScript juga bisa digunakan di berbagai perangkat, termasuk perangkat mobile dan komputer.

Hingga saat ini, JavaScript terus bertumbuh dan berkembang. Terbukti pada tahun 2016, sebanyak 92% website diketahui menggunakan JavaScript. Sekaligus menjadikan JavaScript menjadi bahasa pemrograman paling popular saat ini. Hanya dalam kurun waktu dua puluh tahun, yang sebelumnya JavaScript hanya diperuntukan di kalangan Netscape, telah beralih dari bahasa pemrograman yang serba terbatas dan ‘primitif’ menjadi salah satu tool terpenting bagi web developer di seluruh dunia.

Kelebihan JavaScript

Terdapat sejumlah kelebihan JavaScript yang menjadikan bahasa pemrograman ini lebih unggul jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya, yaitu:

  1. Mudah Dipelajari : JavaScript merupakan bahasa semi pemrograman yang merupakan gabungan antara bahasa pemrograman Java dengan bahasa kode HTML sehingga disebut bahasa hybrid.
  2. Ringan: Lebih cepat dan ringan jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya.
  3. Open Source : JavaScript tidak terkait oleh  hardware maupun software tertentu bahkan sistem operasi seperti windows maupun unix. Karena bersifat terbuka, jadi JavaScript bisa dibuat maupun di baca di semua jenis komputer.
  4. Mudah Ditangani: Error atau kesalahan lebih mudah dicari dan ditangani.
  5. Cepat : Karena diletakkan di HTML,  dan langsung dicoba di browser.
  6. Universal: JavaScript dapat digunakan di berbagai browser, platform, dan lain-lain.
  7. Menarik: Dengan JavaScipt website menjadi lebih interaktif dan juga mampu menarik perhatian lebih banyak pengunjung.

Kekurangan JavaScript

Dibalik kelebihan pastinya ada kekurangan di dalamnya, dengan popularitasnya JavaScript mengundang para hacker, scammer, dan pihak ketiga lainnya untuk mencari celah keamanan. berikut adalah beberapa kekurangannya, yaitu:

  1. Masalah Keamanan : Potongan JavaScript, setelah ditambahkan ke halaman web mengeksekusi pada server klien dengan segera dan karena itu juga dapat digunakan untuk mengeksploitasi sistem pengguna. Sementara pembatasan tertentu yang ditetapkan oleh standar web modern pada browser, kode berbahaya masih bisa dijalankan sesuai dengan batasan yang ditetapkan.
  2. Kemampuan Terbatas : Meskipun JavaScript mampu membuat bentuk web menjadi interaktif dan dinamis, namun JavaScript tidak mampu membuat program aplikasi sendiri seperti Java.
  3. Keterbatasan Objek : JavaScript tidak mampu membuat kelas-kelas yang bisa menampung objek-objek tambahan seperti Java, karena JavaScript sudah memiliki objek yang builtin pada struktur bahasanya.

Jadi itulah merupakan pengertian dan sejarah tentang JavaScript secara sederhana, semoga dengan tulisan ini dapat membantu para pembaca lebih tahu tentang JavaScript lebih mendalam.

Apabila terdapat pertanyaan dan masukan dapat dituliskan pada kolom komentar! Terima Kasih.

Follow ig kami DISINI

Baca Juga: 5 Film dengan Plot Twist Terbaik

Author F
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments